Sabtu, 14 Januari 2012

12 1 12

sebenernya bukan hari ini, tapi kemaren tepatnya kami merayakan ulang bulan pernikahan yang ke-2. walaupun hingga saat ini kami belum diijinkan untuk bertemu satu sama lain, tapi rasa yang ada justru semakin dalam terasa. kangen... amat sangat...tak terkira....entah bagaimana bisa mewujudkan pertemuan ini menjadi nyata, bukan hanya sekedar mendengar suara dan menatap monitor. 
i really deeply in missing you, uda

 Semoga berkah Rabb selalu menyertai pernikahan kita, Uda dan
Semoga kita dapat selekasnya berkumpul dan
Semoga rasa cinta dan sayang kita tiada pernah henti menyertai..

Lav u sangat uda... really miss u here,,, ^^



Sabtu, 22 Oktober 2011

lonely weekend

seperti weekend2 biasa, hanya tinggal di kos sendiri menghabiskan seluruh hari di depan si lappy dengan ngurusin blog dan blogwalking. sesekali melihat perkembangan kegiatan temen2 di efbe. tak ada kegiatan lain selain menikmati kesendirian. entah sudah keberapa gelas teh manis dan si kapucino yang terdeguk. sungguh hari yang terlewati begitu saja. entah apa penyebabnya, begitu enggan untuk keluar rumah hanya untuk sekedar berjalan-jalan di mall atau berkunjung ke rumah kenalan atau teman. entahlah, aku terlanjur menikmati kesendirian ini. 

....

hari ini, sebenernya ada janjian dengan dua orang teman. mereka adalah adik-adik kenalan sewaktu di diklat. mungkin karena sama-sama masih lajang dan sama-sama anak baru di dunia kepemerintahan di sini, jadi kami bertiga mudah akrab satu sama lain. dan mereka berjajni untuk datang ke kosan hari ini. tapi entah kenapa, si sakit flu menyerang si bontot diantara kami. dia hujan-hujanan semalam, terpaksa deh harus istirahat hari ini. dan semua rencana kami bertiga hari ini gagal total. tapi mudaha2an besok dia sudah sehat dan kami akan berkumpul. mudah2an saja. cepat sembuh ya dek... :)

...

aduuhh..teman saya sudah meracau pula di ym,,, ya sudahlah ya, nanti saya cerita lagi.... :)


Jumat, 14 Oktober 2011

nelangsa

seperti yang telah aku rasa sebelumnya, pembatalan pertemuan kami karena ada pertemuannya juga.
sedih #teramat sangat :((

rindu ini benar2 mematuk2 ulu hatiku. >_<



Minggu, 09 Oktober 2011

penantian minggu pagi

kenapa ya tiap pagi di hari libur saya tuh males banget kalo harus berasak dari tempat tidur. Bawaannya maleeesss ajah. padahal banyak kegiatan di kepala saya yang harus saya lakukan. emang dasar pemalas kali yah...duuuhh, udah mau nikah ini, kenapa bawaannya masih males aja, ntar ketauan si uda, hihihi....tapi emang udah tahu kok dia, kalo hobi cha tuh tidooooorrrr....hehehe...

terpaksa deh bangun, soalnya anak diatas udah manasin motornya, jadi bikin ganggu tidur aja sama raungan motornya, tuhh chaaaa... anak cowok ajah di hari minggu bisa bangun pagi, cowoookk dia chaaaa...cowokkk...duuuh nih anak perawan,...ckckckc,...... :D

mulai pagi dengan bertandang ke rumah pak rt, setelah sebelumnya selesai beberes. nyapuin rumah ibuk kos dan bersihin halaman kebun bunganya sambil ngelirik2 ke rumah pak rt. eitss...kamu mo ngapainnn?? kagaa, hanya pengen tahu ajah pak rtny ada di rumah apa kaga.. lha buat apa?? ya kalo warga mau ketemu pak rt, ya mau ada surat yang diurus lah... :D oooo.... gitu, dari kemaren saya nyariin pak rt susah bangett...  sehari kemaren ajah, nyarinya ampe tiga kali, kaya minum obat.. dan pak rt-nya sukses tidak bisa di temuin. alasan pertama di pagi hari, katanya pak rt pergi ke rumah sakit, pada kunjungan ke dua, siang hari, pak rtnya belum pulang dari rumah sakit, dan yang ketiga di sore hari, pak rt-nya lagi bubu' karena baru pulang dari rumah sakit. ffiiuuhhh,,,,saya ngerasa mo ketemu pejabat ajah... 

tapi emang deh, kayanya setelah tadi pagi akhirnya saya ketemu sama pak rt, pak rt emang kelihatan sakit,, deeuuu,, tapi saya ga konfirmasi lagi, soalnya pak rt langsung aja to the point menanyakan maksud  kedatangan saya ke rumahnya. jadilah saya langsung ke pokok permasalahannya kalo mo minta surat pengantar ke kelurahan untuk mengurus NH. dan pak rt agak sedikit kaget begitu saya sampaikan rencana saya mau nikah itu. kenapa ya?? hmm,, apa sepertinya tampang saya belum pantas untuk menikah, bawah umur kali yah, hahahaha....atau....tapi ga mungkin deh, pak rt mau jadikan saya menantunya,,,,hualaaaahhh....hahahhaha....:D

akhirnya pak rt manggut-manggut dan bersedia membuatkan surat pengantarnya. tapi nanti katanya, dia bikin dulu, dan saya harus jemput lagi nanti sore.. dduuuuhhh, balik lagi dong kesana..ckckc....cape deeehhh.... :) dan saya pun manggut2 balik ke kosan. kirain urusannya bisa secepatnya selesai ternyata harus menunggu lagi...hmm,,,mudaha2an besok2 urusan di kantor kelurahan dan kecamatan lancar2 saja...amiiinnn... doain yah.. :)


oke deh, happy sunday, pals... :)



Jumat, 07 Oktober 2011

diklat for fun-2

Seminggu ini terasa berlalu begitu saja, tanpa perlu capek menghitung hari. Berbeda dari minggu-minggu biasanya. Kamu tahu kenapa? Karena... saya di utus kantor untuk mengikuti diklat di Badan Diklat Provinsi. Awalnya sempat khawatir juga karena diklat yang akan saya ikuti ini berhubungan dengan penatausahaan keuangan daerah. Nah lho....:p Kamu ngapain disana Cha???? Hehehe,,saya juga manyun waktu di bilangin Pak Bos mengikuti diklat ini. Secara latar belakang pendidikan saya bukan temen-temennya ekonomi dan keuangan. Di kantorpun saya bukan bendaharawan atau pembantu bendahara atau orang yang notabene kerjaannya ngurusin duit. Makanya waktu surat tugas itu ada di tangan saya, saya masih bingung, why me gitu lohh... ^^

Tapi walau bagaimanapun juga, saya tetap semangat menerima tantangan ini. Kekhawatiran harus segera dilenyapkan. Bayangan suatu warna baru yang akan saya dapatkan berkelip-kerlip indah dalam pikiran. Saya harus coba menerima tugas dan kesempatan ini. semua hal saya persiapkan menjelang mengikuti diklat. Mulai dari ngumpulin baju putih, membuat surat perintah tugas, sampai persiapan mental jika andai di diklat hanya saya seorang yang bukan orang keuangan. Kalau iya, melongolah saya dan saya tidak mau hal itu terjadi. Walau bukan orang keuangan, saya bisa mengikuti diklat ini, dan saya akan mempelajari suatu pelajaran dan pengalaman baru. Dan jikapun bahan ajar di diklat nantinya akan sulit saya pahami, setidaknya saya akan memiliki koneksi dan kenalan dengan rekan-rekan dari SKPD lain. Tepe-tepe mah kata abegeh... hehehehe....

Ternyata, lima hari yang saya lalui seminggu ini terasa lain. Tidak ada rutinitas kantor dengan apel pagi dan apel sore yang harus dijalani. Berangkat ke diklatpun agak siangan, tidak seperti jam kantor. Tidak ada pulang kantor yang seenaknya aja, Semua manut dengan peraturan diklat yang telah disepakati. Diklatpun berlangsung santai dan tidak diribetkan dengan hal-hal yang rumit. Pesertapun satu sama lain mudah bersosialisasi dan bersahabat. Kebanyakan peserta adalah yang memang sudah malang melintang di dunia perbendaharaan atau keuangan.  Tapi saya mah cuek aja, karena juga ada temennya yang bukan dari keuangan. Jadi saya ga melongo sendiri, hehehe...

Memang dasar namanya diklat ya, metode pengajaran yang dilakukan tetap saja monoton. Seperti kaya belajar di kuliahan. Pematerinya hanya duduk menerangkan slide. Sementara kami para peserta sibuk dengan urusan msing-masing. Saya yang memang di awalnya tidak paham dengan apa yang sedang dibicarakan pemateri, lebih memilih meoret-oret kertas catatan dengan tulisan dan gambar-gambar aneh, dan sesekali mengganggu peserta lain dengan pernyataan, "saya ga ngerti ini lagi bahas apa"

Pada hari pertama sampai hari ketiga sukses saya lewati hanya dengan memandang slide di depan dengan tampang pura-pura mengerti. Kata temen saya dulu dikuliahan, saya sangat jago dalam memasang tampang, hahahaha.... Dan itu yang saya praktekan saat itu. Dan sayapun sukses melalui tiga hari dengan hanya senyum-senyum tebar pesona doang.
Materinya berat, bagi saya yang anak teknik yang lebih suka kepraktisan. Terlalu njlimet memang soal uang-uang ini. Saya lebih tertarik ketika ada pemateri menjelaskan memakai diagram alir dan mengadakan diskusi kelompok. Lebih masuk ke benak saya daripada harus mendengarkan pemateri berceloteh di depan kelas. Akhirnya pada hari ke empat dan kelima, untuk menghindari kebosanan dan mengurangi dosa mengganggu orang lain saya memutuskan membawa si lappy ke kelas. Jika materinya kurang menarik, saya lebih memilih fokus dengan si lappy dan blog saya dibandingkan harus memasang muka pura-pura mengerti lagi, hehehe.... Toh saya berpikir, materinya bisa saya copy dan saya baca di rumah. 

Lepas dari keadaan itu semua, hari-hari saya jalani dengan ceria. Tidak ada beban pekerjaan kantor yang harus diselesaikan. Semua peserta sepertinya memang menjadikan diklat sebagai ajang untuk menyegarkan/ merefresh pikiran dari rutinitas kantor yang cukup membosankan. Usia para peserta beragam. Mulai dari CPNS seperti saya yang baru lulus tahun ini sampai dengan ibu-ibu dan bapak-bapak yang sudah dinas bertahun-tahun sebagai abdi negara. Tapi, walau usia yang bertaut jauh, tidak ada jarak diantara kami. semua melebur bercanda dan berbagi. Baik berbagi ilmu dan pengalaman maupun berbagi permen dan kacang goreng di sela-sela belajar dan traktiran pempek di waktu jam snack pagi, hehehe...

Jam istirahat snack dan makan siang adalah jam favorit kami. Ya iyalah, hahaha... =D
Yang membuatnya begitu istimewa adalah kami akan berkumpul, berbagi cerita, dan bercanda sembari menikmati teh atau kopi dan kue-kue yang disediakan panitia. Dan kamilah, anak-anak baru yang sering menjadi bahan becandaan, tapi seneng aja,,,,dan setelah itu, kami akan dapat traktiran pempek dari para senior-senior itu (baca: ibu-ibu, red). O iya, kalian jangan heran yah, kalau di daerah Jambi dan Palembang, pagi-pagi orang-orangnya terbiasa sarapan pempek lengkap dengan cuka pedes asemnya...hmmm....yummmyyy.... saya juga jadi terbiasa  jadinya. Dan setelah makan siang, setelah sholat Zuhur di mesjid, berbaring bersama sambil berbagi cerita menjadi acara kami menjelang jam setengah dua.Ada saja topik pembicaraan yang bisa dibahas. Mulai dari berbagi pengalaman sewaktu mengikuti prajabatan sampai masalah jodoh.... teteeeeuuppp ^^

Tak terasa, lima hari terlewati sudah. Tiba-tiba saya begitu malas untuk meninggalkan diklat ini. Kedekatan sebentar yang terjalin begitu nyaman di hati saya. Dan hari Senin depan saya harus kembali melaksanakan rutinitas kantor. Bekal dari ilmu keuangan memang belum banyak saya dapatkan, karena kebanyakan bengongnya, tapi saya akan belajar. Diklat ini hanyalah sebagai media penyampai proses belajar, namun belajar yang sebenarnya adalah bergantung pada kemauan dan kesanggupan kita untuk menerima tantangan. Belajar bukan hanya sekedar teori yang tertera dalam slide pemateri, tapi bagaimana teori-teori itu bisa menjadi pendukung pengalaman kita dalam mempelajari sesuatu. Dan hasil belajar dari diklat tersebut bukan hanya sekembalinya saya dari pelatihan ini saya akan bisa melakukan semua penatausahaan keuangan saja, tetapi juga bagaimana saya bisa menjalin hubungan yang baik dengan sesama peserta lainnya. Lima hari dalam kebersamaan membuat kita menyadari bahwa belajar tak hanya terkungkung dengan pola pikir kita tapi bagaimana memperluas cara pandang dalam mengelola pola pikir tersebut. dan diklat ini memberikan isyarat tak tertulis akan hal itu. 

Hari Senin depan saya akan kembali ke kantor, kembali dengan rutinitas yang mungkin akan menjenuhkan, tapi saya akan kembali dengan baterai full-charged akan sebuah semangat untuk tetap belajar. Happy do your routine, pals... ^_^


diklat for fun

lima hari lepas dari beban dan kehidupan kantor memberikan nuansa tersendiri.
senang...senang banget berada disini. walau lima hari cukuplah memberikan warna baru.
hmm,,ntar deh cerita2nya...

pokoknya ga nyesel dikirim ke sini.... ^_^

Minggu, 19 Juni 2011

Damn...

tonight is so horrible with my feeling.
start with a boy who stole my poem in ceritasha, and put them on his FB wall.

Jumat, 18 Februari 2011

Ringkih

pict from here


hari ini berjalan seperti biasa. masih sibuk dengan penantian yang tidak tahu kapan akan memulai hal yang baru tersebut. aku masih bersabar menikmati hidup yang sangat lain terasa.

bangun pagi dengan badan yang letih, tak tahu kenapa. mungkin karena tidur yang entah mulai jam berapa. menarik nafas dalam, memandang ke cermin, melihat sosok kuyu di dalamnya. apakah itu aku? yah, siapa lagi? aku yang memandangnya, tentu saja aku yang di tampilkannya. kemudian berasak untuk memulai apa yang bisa aku lakukan hari ini. semua hal yang aku sendiri kadang tidak menyadari sedang melakukan apa. sepertinya ada ketidak sinkronan antara perbuatan dan pikiranku.

sering kali aku harus menarik nafas dalam, untuk melenyapkan semua yang melintas di pikiran. kadang tak mau untuk membiarkannya hinggap seketika, tapi bayangan dan sesakan dari rentetan kejadian itu masih memberikan suatu hentakan dan mempersempit ruang bernafasku. aku mendesah sambil menarik nafas dalam lagi. aku diliputi rasa yang sangat tidak mengenakkan seperti ini.

ketika rasa itu semakin menyesakkan aku ingin malam segera menjelang. membiarkan aku hidup dalam kesunyian dan keheningannya. terbawa larut dalam rasa yang tidak berkesudahan ini. disana aku merasa sendiri, tercampakkan, dan tersisih. aku lelah,,sangat lelah. jika saja bisa kupejamkan mata dan ketika membukanya kembali aku berharap sesak ini bisa tertepis. tapi ini sebuah lembaran pahit yang harus aku hadapi. di hari-hariku juga dalam mimpiku. semua harus kuyakinkan, bahwa itulah hidupku. tak boleh berandai-andai, karena memang itu yang sedang aku jalani.

jika malam sudah semakin larut, dan tubuh ringkihku sudah minta dibaringkan, aku menurut dengan sisa kekuatanku. mungkin ia bisa kurehatkan, tapi sesak itu tetap selalu ada disana. aku ingin mengusirnya pergi. tapi ia tersenyum sinis, tidurlah, aku akan menemanimu, jawabnya. dan aku menyerah membiarka dunia mimpiku juga dikuasainya.

Senin, 14 Februari 2011

blank

dizzy
what should I do?

aku muak dengan segala ini. apa yang ditangiskannya? kenapa aku yang diratapinya?
kenapa disaat aku mulai meneguhkan hati untuk mengambil sikap, dia menjadi seperti ini?

aku hanya ingin pergi,, just let me go..

I will try, I won't hate you...
I will try, I accept all that you have done to me

but, please, dont be like this.

dizzy



Kamis, 10 Februari 2011

My Wish

I never see that girl before, but along this week, she always comes to the bench of the park in front of my small apartment. I can see her face clearly from my room window on the third floor.

Firstly, I didn’t care but after a few days I paid attention to her cos she usually come on 9 pm and sit on the bench that I usually spend my time before let the sun sets. Reading a book while seeing the children play arround the park or having a nice talking with Mrs.Verdons or others neighbour after back from my work. But I come to that park only in the afternoon not in the late of the night. So what does the young girl do? I dunno…maybe she likes to spend her night by walking and sitting outside. Yeahh…one person has their own way, like me, I love to sit down under the window just for seeing the stars in the dark sky.

Tonight, on 9.45 pm. She is there, sit down on the bench. Too many questions on my mind. I wanna know her much. I wanna know how interested to be there. I wear my veil and take my jacket, I think it’s cold outside. I leave my room and flying down the stairs. In a few minutes I arrive at that park.

She doesn’t aware my visiting.I don’t wanna disturb her after I look her sad face…but who knows she needs help.. yeah..she has problem I quess. Itry to make her realize my coming by having a little cough.
            “mg…mgh…It’s a beautiful night, isn’t it?”
She takes her head up, say nothing and turn arround. I know she doesn’t like me to bother her. I come near and sit with her on the bench. I give my hand and smile.
            “Hi..I’m Yvonne..”
But  she isn’t shaking my hand. She just keep silent, looks at me then stands up.. but  I can reach her hand.
            “Sorry..if you are mind I’ll go..”
I leave her alone. On my way to my room, I’m still thinking what kinda problem she has. I come to my window room..She is still there. ‘Poor girl, Allah will help her’ what I’m thinking while I close my window.

#

I walk hurriedly. So cold tonight. The autumn wheather isn’t so friendly. The wind blows down. Uugghhh.. sitting in front of tv and having a coffee after taking a bath with warm water is my fancy now. Hey.. forget that fancy..That girl..I dunno her name yet.. still sitting on that bench..oh..crazy girl.. what is she doing there in such this weather. I scream out to call her..
            “Hey, girl…!! ”
She doesn’t hear my voice or she doesn’t want to. I come to her and try to invite her to come in.
“I don’t care you are mind or not..I just want to remind you what kinda   weather tonight. It’s not the right place to spend your night. You’ll got flu if you are still here.You listen to me..Come to your house..Hey..say a word..”
She takes her head up and looks at me. Oh, God... She is crying. She makes me feel guilty.
             “Oh, sorry..I didn’t mean to hurt you. Sorry, but you know the weather, right. The wind blows down. You’ll be sick if you stay heretoo long..”
She is still crying silently. I dunno what to do. Leave her? No..I have to help her.   I’m sure she has a problem. That’s why I hold on her arm to my flat.

            “Yvonne…”
I turm back my body. I know that voice, Mrs Verdons calls me.
            “Where are you from? I’m so worried, dear...It’s so late now.”
I smile to her..
            “I’ve to work overtime. Sorry, Nana, I’ve made you worried.”
She smiles back to me..
            “It’s okey, dear..mm..Who’s that girl?”
            “I’ll tell you ‘bout her tomorrow. Have a nice sleep, Nana...”
I kiss her old chick. She nods her head and turns back his body to her room.

I open the door and let that young girl come in. I help her to take off her long coat and then I make two cups of hot coffee. I offer her and sit in front her.
             “I don’t understand what’s wrong with you and I don’t wanna come to your problem, but I just wanna help...Everyday I saw you at that park..at the bench..I’m sure you have problem...That’s why you don’t care ‘bout the weather.”
I try to make her smiles but it doesn’t work. She still keeps silent. I’m so confuse.
             “Okey..I wanna sleep. If you wanna stay here..these are the pillow and blanket. Sorry, I just have one bedroom. I think you don’t mind to sleep on this sofa.”
When I wake up from my sit and walk to my room..
            “I miss my mom..”
I stop my step and come again to her. I see her peacely.
             “Today is her birthday. I can’t give her something in her special day. She is so far now.”
             “May I know where your mom is?”
             “The God has got her from my side...”
             “I’m sorry...”
             “I dunno what to do without my mom. We always be together. She always in my side. She made me smile up to this world. She swept my tears when I was in pain. She is my angel. We had a wonderful life and now that’s all gone before I can repay all her love. I’m alone..I don’t have anyone to share.”
             “Your pa?”
             “He leaved us when I was eight. They were divorce. I really hate him till now in my last sixteenth. But you know, I live with him and his wife now. I can’t accept his regret..I can’t forgive him.”
             “No, girl. Think it again. That’s all the past. Don’t make your live is so blue. You have a complete family now. Just enjoy it. You have a new life. Don’t torture yourself. I’m sure your mom doesn’t want to look you like this.”
I touch her hand. I give her support.
             “Believe in me. Your dad really loves you. I know it’s hard but please try..accept him and your step mom as your family. You want to repay your mom’s love, right ?”
She nods her head..
             “Be a good daughter for your mom. She doesn’t wanna see you’re sad. Live your life and always pray for her. She lives there peacely.”
I nod my head to make her strong. She smiles. I’m success to make her smiles.
             “What ‘bout your mother, Yvonne?”
             “Mother? I never know who parent are. I lived and grew in orphanage. Where I can stand on my on legs and having a work, I stay here alone. No mother..no father..no sibling..but I have friends..I have Mrs Verdons..She is like my real nana. I’ve ever thought how poor I’m when I was as young as you, but I came to the fact..I must alive..I must survive.
             Don’t you know how’s my longing to see my mom’s face. I’m sure the both of my parent really love me, but the condition makes us apart.”
             “What are you doing when your miss your mom ?”
             “Pray to the God to let me see her someday..today world or the world here after. Make a wish for your mom..”

She smiles and lies her head to the pillow. I cover her body with blanket and walk to my room.
            “Yvonne..”
I turn back..
            “Thank you.”
I smile..
            “Hey, do you mind to tell me your name?”
            “Angela...That’s my name.”
            “Have a nice sleep, Angela...”

I close the door and lie down on the bed. In silently, the tears well up from my eyes.”Allah, I miss my mom….I love you, mom …wherever you are..”

Special for my mummy,
I  love U so much

First of All

I didn't know what's on my mind last night, till I decided to make this blog. Just to say something in different way. That's why i named this blog with "Just Say It Sha". Yeah, this blog just for making myself fun, and this is my private blog. If you come here intentionally, just make yourself fun with the 'say it' and my poor english,,, hahahaha,, :D

Okay, pals,, enjoy it :)

Sabtu, 28 Februari 2009

Pa ~ part 2

 Legaku mebuncah begitu mendengar suaramu lagi...

Kekhawatiranku sirna berganti begiru kembali mendengar tawamu...

Benar kan Pa? Semua akan baik-baik saja...

Rabb...makasih ya...^_^...
I trust on You...(teramat sangat.. Lav Ya... i'll meet u again in my midnight..)

Pa ~~part 1

 Andai saja jarak itu tak ada artinya..

Mungkin resah ini tak begitu membuncah..
Tak tahu apa yang harus ku perbuat disini..

Menghitung sepi dan detik waktu yang tak terhadang..
ingin kurengkuh tanganmu untuk memberi kekuatan..
Ingin kuberikan senyuman, untuk mengatakan kau akan baik-baik saja..
Semua kan baik-baik saja dan kau akan kembali melihat dunia...


Wahai Sang Pemilik Jiwa..
Kutitipkan dia padaMu..

Yang kuat ya, Pa..
Semua kan baik-baik saja...

Senin, 09 Februari 2009

 

Dear Diary ~9 Feb '09~


07.00
Pagi ini cha berangkat ke kantor seperti biasa. Bangun kesiangan karena tidur lagi abis subuh, buru-buru mandi, dandan ala kadarnya, dan tuk-tuk tuk nurunin tangga. Dan juga seperti biasa teriakin mbak war untuk pamitan.

07.50
Tapi tetep aja, nyampe di kantor hampir selalu nomor satu sejak ditinggal pak tanto dan mbak sum. Nyampe ruangan, keluarin bekal dari dalam tas, nyalain komputer dan cek hape. Eh, ternyata mas rudeng sms, dia gak masuk hari ini karena lagi ga enak badan. Yah, kerja hari ini tanpa bos. Ada enak dan gak enaknya. Enaknya, cha bisa aja ngenet seharian tanpa ngerasa gak enak ato sungkan, secara ga ada bos gitu loh, hehehehe...
Gak enaknya ya...kalo ada yang harus diselesaikan atas nama CR dept, cha yang harus turun tangan sendiri nyelesein. Dan harus berani ngambil keputusan sendiri.

Sudah, hadapi saja. Ayo cuci gelas, mau nyarap nih...oke..oke...

08.00
Teh panas cha udah diseduh..mm..tinggal beli rotinya. Ntar beli bareng mbak ema aja...
Cek imel...login...password...yup...
Yah...ga ada imel baru... Anas kok gak ada ngimel lagi yah...apa sibuk kali ya/
Yo wisss....aduuh...kebelet iis...Ke toilet dulu ah....

08.15
Balik dari toilet, eh, mbak ema ama dokter udah pada duduk manis di mejanya masing-masing. Dokter lagi sarapan, sepertinya bawa bekal dari rumah. Ih, dokter kok ga nawarin sih? Hehehe.... mbak ema sibuk ngurusin mutasi-an kayanya...Cha duduk di kursi cha mandangi komputer..lirik mba ema sebentar, perhatiin apa dia beli sarapan. Sepertinya enggak.

Ssrrruupp....ssrruuppp... cha menyeruput teh panas yang udah agak dinginan. Lirik mbak ema lagi. Kali ini mbak ema udah duduk tenang di mejanya..
‘mbak...’
‘ya?’
‘laper...’
‘hehe..iya saya juga. Gak beli sarapan nih...beli apa ya? Beli arem-arem aja yuk di tempatnya mba erwin?’
Cha menggeleng, ‘ gak mau arem-arem..’
‘gak enak ya?’, tanya mba ema
‘gak suka sa..’
Tiba-tiba mba ema tersenyum, ‘beli roti di koperasi aja yuk..’
Mata cha berbinar, mba ema emang mba yang paliiiiiinnnggggggg ngertiin cha, hehehe....

Beberapa menit kemudian, cha ngintil seperti biasa, ikut kemana mbak ema pergi...hehe...
Pokoknya ikuuttt aja...untungnya ke toilet bisa sendiri, kan repot kalo harus ikut ngintil juga ke sono.


09.00
Satu buah roti isi ayam udah pindah ke dalam perut cha. Teh panas udah cukup menghangatkan mesin tubuh cha. Ayo, mulai beraktivitas. Hehe..dasar karyawan bandel yah...masuk pukul 08.00, eh, baru mulai kerja jam 09.00, hehehe....
Maaf ya bos....

Cha input data chemical inventory list dari warehouse chemical. Ada material baru gak yah? Mata cha sibuk pelototin komputer dan jari cha sibuk mencocokkan dengan laporan dari warehouse.

Tenenenet.....
Cha cuek aja, tetep konsen ke komputer. Ada mbak ema ini...
‘Cha...’ panggil mbak ema sambil ngacungin gagang telpon

Cha mendongak, berasak ke meja mbak ema..
‘alo..’
‘sha..hari ini tim 5S mau survey ke WWTP. Kamu bisa kesini sekarang ga? Aku di WWTP sekarang.’
‘sekarang?’ tanya cha gak mudeng, belum konsen cha, si dian nyerocos mengenai masalah apa.
‘iya bu. S e k a r a n g...’ sepertinya dia nyadar kalo cha gak 100% dengerin omongannya dia
‘iya deh...’
‘cepet ya bu..aku gak ngerti harus ngapain, pak awan gak masuk.’
‘walah...wwtp punyamu kok... iya..aku kesana sekarang...’
Klik..cha menutup telpon.

Pencet tombol ctrl+s di kibor, ambil pena dan agenda.
‘mbak..sa ke wwtp...’, pamitan dulu sama emaknya CR..hehehe...

09.30
Dari nyampe di wwtp tadi sampe sekarang hanya liat-liat aja yang mau dibenahin, soalnya gak banyak yang harus dirapihin. Udah rapi and bersih ini, kecuali mungkin barang-barang kepunyaannya Engineering dept perlu dikembaliin lagi.

Mas Yudi, EHSnya hotpress, yang juga anggota tim 5S, bukannya motoin tuh rak-rak malah sibuk ngarahin kameranya ke cha...walah...mo nyuri2 buat moto cha ya...heheh...jadi grogi cha...

10.00
Tim 5S selesai survey, Dian balik ke ruangannya. Cha ngintil pak edi, bos nya wwtp ke lab. Cha liat data hasil pengukuran diatas meja. Ternyata pak awan sakit dari hari sabtu, cerita pak edi. Bener juga, hari sabtu gak ada data hasil pengukuran.

Cha deh yang turun tangan sekarang lakuin pengukuran. Ngambil gelas ukur 1 L, ambil gayung, manjat bak aerasi, ambil sludge. Trus ambil gelas ukur 500 mL, nungging di bak sedimentasi, ambil air outlet.

Cha sibuk nganalisis sambil ditemani Pak edi. Pak edi keluar sebentar kemudian balik lagi bawain kacang kedelai buat cemilan, heheh..makasi ya pak...

11.30
Cha selese nganalis, balik ke ruangan lagi...
Ceklek..baru buka pintu,
‘Sa..mbak Yuni minta laporan ke BLHD sekarang...’ lapor mbak ema
‘laporan B3 ama IPAL? Bukannya udah sa kasih ke mbak?’
‘hehe..iya, tapi masih belum saya ambil dari fotokopian. Kan saya jilidnya di pasar kemis..’
‘mbak Yuni mo berangkatnya kapan?’
‘nanti abis makan siang..biar deh ntar lagi saya ngambil ke sono’
‘oo. Iya deh..’
‘trus mba Yuni bilang, laporan ke kementrian di Jakarta Rosa yang nganter, soalnya mbak Yuni sekarang banyak kerjaan..’
‘Lho kok sa? waduuuuhhh... sa kan bisanya cuman bisa bikin aja...’
Mbak ema tersenyum ngangkat bahu. Bibir cha maju tiga senti lagi...

Hape mbak ema berdering. Telpon dari pak tanto. Eh, pak tantonya juga pengen ngomong ama cha. Ada apa ya?
‘ya, pak..’
‘Rosa apa kabar?’
‘hehe..sa baik Pak, alhamdulillah. Bapak gimana kabarnya? Baik-baikkah?’
‘baik...eh, Sa, kamu mau kerja di konsultan gak? Tapi kamu emang harus sering keluar kota gitu. Masih lajang kan..??..’ pak tanto ketawa..
Gubrakkk...pikiran cha langsung inget Aling....

12.00
Cha ngintil di belakang mba ema lagi ngantri di dapur ngambil makan siang. Goreng ayam kentucky ama sayur sop bening...lumayan enak...

12.20
Selesei makan, ngenet ah,...cek imel yahoo...juga pengen liat blognya Aling...
Eh, aling kok gak ada kabar sepanjang tengah hari ini ya?...kan udah puas ngobrol seharian kemaren...iya yah...heheheh.. dan pikiran Cha melayang lagi ke tawaran pak tanto tadi. Aling ijinin gak ya/...pppfff....

15.00
Cha selese input chemical inventory list. Tinggal dipoles dikit. Tapi besok aja deh dilanjutin, cha mo ngenet aja buka FS.

Tetenenenettt....telpon CR berdering lagi.
‘Sa... ada masalah air lagi nih. Dari sewing nih...’ mbak ema ngacungin gagang telpon lagi..
Cha sebenernya udah bosen dengan masalah air minum di departemen. Dengan berat hati Cha meluncur ke PSW dept untuk investigasi. Bibir cha maju lagi tiga senti. Ya iyalah, udah lewat jam tiga ini, kan jaadwalnya siap-siap mau pulang.

15.45
Cha kembali ke ruangan, dengan membawa barang bukti temuan. Rencananya abis ngedownload cha mau sholat dulu. Trus baru bikin laporan hasil investigasi. Kirim ke mas rudeng by mail. Tapi susahnya cha bikin rencana di sepanjang perjalanan dari PSW ke office, berantakan semua ketika masuk ke ruangan.

Baru buka pintu, mbak ema udah minta cha untuk klarifikasi mengenai tagihan Unilab. Tapi ada kabar baiknya, besok cha bisa dapetin hasil pengukuran yang udah tertunda dua bulan. Jadi cha bisa secepatnya nyelesein laporan monitoring UKL UPL. Siipp dah...

Trus, bunyi lagi telpon CR nyariin Cha. Ternyata pak hery..bilangin kalo ada imel yang harus di send ke Nike segera. Tapi mas rudeng gak ada, waduhhh gimana ini.... Cha belum sholat lagi... gini nih kalo jadi transtool, walopun ada mas rudeng, cha pasti tetep harus ada buat nerjemahin.. akhirnya dengan setengah keterpaksaan dan gak enak hati sama mas rudeng karena ngelangkahin, cha tetep bales imel Nike dengan petunjuk dari pak hery. Bismillah pede aja kali cha...

16.15
Imel ke kirim, cha minta tolong pak barjo buat ngedownload foto investigasi cha. Cha ambil wudhu dan berlalu ke mushola. Sholat ashar dulu bukk. Pak hery nungguin cha buat pulang bareng. Dia bertanggung jawab nganterin cha karena udah gangguin jam pulang cha, katanya...walah....

16.35
Cha pulang di anter pak hery sampe Cimone. Di perjalanan pak hery cerita soal anaknya yang jago banget main gitar dan piano. Cerita soal anaknya yang pendiam banget tapi berprestasi di sekolah. Tentang keinginan anaknya sekolah ke Ostrali. Cha hanya nimpali dikit-dikit.. trus pak hery juga curhat mengenai kerjaan...
Hehehe...cha hanya nyengir-nyengir aja....

18.20
Cha nyampe di kos. Sms mas rudeng, buat ngasih tahu sekalian minta maaf kalo dia kurang berkenan dengan tindakan yang cha ambil tadi. Juga sms aling, ngasih tahu kalo cha mau nelpon dia pagi bicarin mengenai tawaran kerja dari pak tanto tadi.

Mas rUdeng gak bales sms cha. Marah apa ga ya? Aling malah call me..ya udah deh, biarin aja, cha mandi dulu....

Byur..byur... selese mandi, sholat maghrib, nanak nasi..waduuhhh...cha lupa beli lauk, kan tadi dianter pak hery, cha ga inget harus singgah ke ruumah makan padang dulu...
Jadinya cha makan mie goreng aja akhirnya..untung masih ada persediaann..

Ddrrrppp....drrppp...hape cha diatas meja begetar...
Aling sms, ngebilangin kalo aling lagi sakit kepala, gak enak badan...
Aduuhh...aling atit, gimana mo ceritain masalah ini, kalo sekarang aja kepala aling udah sakit...walah...walah...
Cha nyaranin aling pulang aja, istirahat, ..
Eh aling sms lagi nanyain apa yang mo cha omongin..
Ya udah cha bilangin kalo cha dapat tawaran dari pak tanto, tapi dari balesan sms aling, dia sepertinya kurangg berkenan...ppfff...aling selalu kaya gini...cha jadi bingung....

19.00
Cha makan malam pake mie, sambil nyalain laptop, bikin cerita ini....

21.50
Whuss....whuss......
Tik...tikk....pyurrrr.....
Hujan lagi tangerang.............

Jumat, 06 Februari 2009

 

Dear Deary ~6 Feb '09~


Sehari ini Cha ngapain aja coba, ayo kita runut sebelum tidur.. yah sapa tahu ada sesuatu hal yang bisa dijadikan pelajaran esok harinya..

04.00..
Walo mata cha masih terpejam, tapi cha udah sadar kalo di luar angin bertiup kenceng banget, kurang tahu sih kalo ujan apa gak. Akhirnya, walopun udah sayup-sayup terdengar suara dari mesjid untuk ngebangunin orang-orang, cha cuek aja narik selimut lagi buat kembali bermimpi indah. Dingin banget soalnya..hehehe...

Maaf ya, Rabb...bentar aja...satu jam aja...zzzzz....zzzzz....

05.30
Wuitsss....ayo mana janjinya Cuma satu jam, kelewat setengah jam, neng.....
Aduh, minta maaf lagi deh... kalo Rabb berwujud, pasti udah digetok kepala cha pake gayung yang sebelumnya dipake buat nyiram cha pake air...
Waa.......ayo bangun...eits....ada seseorang yang minta dibangunin...(ayo ciapa...hehehe), pasti dia ketiduran juga...
Tuuutt....tuuut....(mata cha masih terpejam...)

Terdengar erangan baru bangun di seberang sana...tuh kan bener...ternyata emang baru bangun. Bangun chayang....hehehe....

05.40
Ceklek...(itu bunyi kunci pintu kamar cha) udah jangan banyak cerita, ayo..udah siang ini..
Wuss...dingin banget kerasa begitu kaki cha mulai melangkah keluar kamar. Uugghhh... air juga dingin tapi mata cha kok gak melek-melek juga yah.....setan nya ketiduran juga kali yah di kelopak mata cha...ketiduran juga di sono meringkuk karena saking dinginnya....

Balik ke kamar, dinginnya makin menyergap karena udah ditambah dengan basahan air. Pasang langkah seribu nih..

Sholat dengan mata merem-melek....allahu akbar....

06.00
Abis sholat balik lagi ke kamar mandi. Lho ngapain? Ya mandilah... udah jadwalnya, say...
Byur...byur...plup..plup....(hayo..itu bunyi apa? Hehehe....)

Badan seger, mata udah seratus persen melek...balik ke kamar...pakaian..jilbaban. bedakan..lipstikan..(hehehe..yang ini gak ding, bibir udah seksi ini gak usah dipoles lagi..)

Satu menit sebelum pake sepatu, ngaca sekali lagi dong, ck..ck... udah cantik....

Yup, ambil sepatu di rak2, si eagle ijo abu-abu siap menemani langkah kakiku.....

07.00
Turun tangga, eh tapi sebelumnya kunci kamar dulu...
‘berangkat , mbak war...’
‘bawa payung, mbak Rosa’, teriak mbak war..
‘ga ada’, sahut Cha terus berlalu..
Pasti mbak War ngomong, ‘nih bocah satu bandel amat, dipinjemin payung tongkat gak mau, tapi tidak jua kunjung membeli payung lipet..dasar bandel...ntar demam lagi..musingin saya lagi....’
Hehehe....maaf ya Mba War....emang nih si Ocha bandel banget, sok kuat, kalo saya jadi mbak War pasti udah tak beliin payung dia’ walah......

Gak perlu payung ngerepotin aja, si mantel kuning siap melindungi kok, malah lebih gaya lagi...gak perlu sok feminim dengan megangin payung, ribeeetttttt.................

Si abang sopir angkot sudah menunggu di depan gang. Bismilah..ayo bang, tarik....

07.20
Baru nyampe Cimone nih...kiri, bang....kiri, bang...kiri...(uhh, si abangnya gak denger) Maklum suara Cha halus dan lemah lembut banget, sehingga nyampe di kupingnya si abang sayup-sayup sampe di bawa angin, eh, malah anginnya kenceng banget sekarang jadi si suara gak sempet singgah di kupingnya si abang...untungnya ada ibu-ibu yang nolongin sampai-sampai si abangnya kaget diteriakin si ibu...wakakaakk...

Turun dari angkot 02 nyambung lagi ama si putih 08. Ppff..bener2 jauh ku harus mencari sesuap nasi itu ampe ke kabupaten Tangerang, secara Cha kos di kota Tangerang gitu loh..
Gak ada hal menarik sih sepanjang perjalanan ke Pasar Kemis, palingan ya harus sabar jika macet menghadang. Siap-siap untuk jalan kaki kalo si sopirnya ga sabaran nungguin, ato kalo Cha ngerasa jemu diatas angkot. Tapi pagi tadi ga , lancar ...wesss........

07.45
Nyampe aing di kantor..eits, absen dulu...’tengkyu’ jerit si mesin fingerprint..
Oke...u r welcome...cuk kucuk kucuk....ngerling dikit ah, sapa tahu samesame udah dateng...lumayan penyegaran .... mirip Aling banget sih...heheheh....

Tuh kan, pasti cha yang nyampe duluan. Mas rudeng pasti belum dateng, mbak Ema kan lagi cuti. Dia harus ngurusin 3 orang yang sakit di rumahnya, suami, anak, ama mertua..waduh....sabar ya mbak....

Cuci mencuci gelas dulu ah, trus bikin kupi buat sarapan ama roti coklat...mmm.. yummy...

08.03
Pintu terbuka pas sewaktu cha menghirup wanginya kupicino.. si komputer lagi mengeliat untuk bekerja.
Mas rudeng masuk dengan tersenyum, lagi seneng kayanya... Cha juga bales senyumnya..
Eh, cha ke toilet bentar ah...

Balik dari toilet, si gebot hape cha bernyanyi...ada sms masuk...dari sapa yah...

Mas rudeng ngelirik...’dari yayang tike nih...’ candanya. Cha hanya nyengir...eh, ternyata ..
Dibecandain abis cha ama dia...’masih pagi nih sha...’katanya..
‘biarin...’ jawab cha cuek....Jarang-jarangnya Aling sms jam segini.
Bales sms Aling beberapa detik..yup..send....

Kembali ke komputer. Data chemical expossure dari EHS harus Cha input segera....
Lets start working Cha....

Baru beberapa menit Cha melototin komputer, eh, terdengar mas Rudeng cekikikan ama ceweknya di telpon...walah...lagi kencan dia... sebel..
Eh, sms Aling juga ah..
‘Aling lagi ngapain? Tadi aling sms diledekin ama mas Rudeng, eh, sekarang dianya lagi nelpon ceweknya..masih pagi gini gitu loh...’

Send...pesan delivered...
Sambil menunggu balasan Aling, kembali pelototin komputer...pelototin kertas form nya EHS..aduh...ini bacaannya apa lagi..pelototin komputer lagi...balik ke kertas form lagi...lirik hape sekilas...kok Aling belum bales sih.....balik pelototin form lagi...

Lampu hape cha nyala, dering sms masuknya berbunyi...aling ngebales....
‘Cha cemburu ya?’

Walah, aling nggak ngerti nih, kalo Cha juga pengen di telpon. Itu bukan cemburu namanya tapi iri, masa aling gak bisa bedain sih ... yo wis... kerja aja lagi...Aling pasti lagi di jalan sedang ngeliput. Gak usah gangguin dulu... back to your work....

Kerja..kerja...


10.00
Tenenet...tenennenet....(itu bunyi telpon di kantor Cha...)
O iya mba ema gak masuk hari ini, jadi cha yang ngegantiin tugasnya jawab telpon..
‘alo...’
‘mbak Rosa ya?’
‘yo ha...sapa nih...ada apa pak?’
‘mba Rosa, ‘
‘mm...’
‘saya minta MSDS paraffin wax mbak.. ada audit lagi siang ini.’
‘oke. Diambil ya Pak...’
‘kalo SIR 3 L, mbak?’
‘aduh, belum ditranslate nih, Pak. Baru dapet Sa originalnya.’
‘kalo abis makan siang bisa selesai gak, mba..’
‘oke..sip dah...’
‘oke juga. Tenkyu mbak rosa...’
‘yo ha...’

Berarti untuk sementara update chemical expossure dipending dulu. Beralih ke MSDS...

Tenenet..nenet..tenent...
Uhh..ni telpon gak bisa nganggur dulu apa...
‘low..’
‘rudinya ada?’
‘eh, ada. Ditunggu ya Pak...’
Walah...mas Rudengnya masih cekikikan ama ceweknya....
‘mas Rudeng telpon....’

Tok...tok...ada yang ngetuk pintu tuh...celinguk ke pintu... Pak Awan, operator WWTP masuk... pasti nyariin cha. Tanpa disuruh, pak awan udah ngambil kursi plastik duluan dan duduk di deket Cha. Benar kan? Kalo orang penting itu pasti dicariin...secara udah beberapa hari ini cha gak ke WWTP, heehehe.....
‘kok gak ada ke WWTP lagi, mbak?’
Tuh bener kan..apa aing bilang...
‘hehehe...lagi benahin dokumen buat audit, pak, jadi belum sempat ke sono.Tapi Arie ada ke situ kan?’
Pak awan mengangguk...’saya lagi pusing, mbak...lagi males...mo ketemu bos sih, bilangin soal CP yang rusak itu’
‘O iya, soal CP blowdown boiler itu Sa udah coba tanya ke temen, katanya kita bisa pakai nitrat untuk mendispersikan endapannya. Tapi sa takutnya nitrat kita tambah naik jadinya. Sa belum sempat ngomongin ini ke bos.’
‘kalo dibuang saja gimana, mbak?’
‘itu limbah kimia, Pak. Seberapa bahayanya ke lingkungan kan kita gak tahu. Lagian kalo bisa dijadikan nutrisi bagi bakteri kita di wwtp kan malah lebih baik. Kan? Sapa tahu SVnya bisa meningkat.’
‘iya juga ya, mbak. Sekarang SV naik 20 ml/L , mba..’
‘o ya? Bagus deh..’

Pak awan sepertinya mau berasak pergi, ‘ya deh, mbak, saya ke tempat bos dulu..’
Cha mengangguk...

Beberapa menit ngobrol sama pak awan, membuat cha mikirin lagi soal taman bermain itu. Udah seminggu ini cha gak maen ke situ nengokin bakteri. Pasti mereka pada kangen kali yah... bukan masalah sibuk sih sebenernya, tapi ngerasa ada sedikit perbedaan aja..ngerasa ada yang tumpang tindih dan pengalihan fungsi job aja. Yah biasalah...ntar juga baik sendiri hati ini...kecewa? sedih? Heheheh...dikit sih...

Sudah, back to MSDS...

11.35
Mas rudeng nanyain kok internet di komputernya gak mau connect2. Bosen nungguin dia ngajakin ngobrol soal ceweknya. Mulai dari kebaikan ceweknya, perhatian ceweknya ampe jelek ceweknya. Biasalah curhat..ternyata cowok juga suka curhat ya..aling juga sering kaya gitu. Padahal yang dicurhatin mas rudeng sepertinya udah pernah diceritain sebelumnya deh kayanya. Apa cha yang terlalu baik sebagai tempat curhat atau cha yang gak pernah mudeng dengan ceritanya dia ya? Hehhehee....

12.00
Ikutan antri di dapur ngambil makan siang...
mm...gulai cancang padang...enak kayanya...

Balik ke ruangan, mas rudeng ngelongok ke tempat makan cha.
‘mau juga dong Cha, ambilin aku juga yah...males nih...’

Dengan bibir maju tiga senti cha nurut..gini nih kalo jadi adik paling kecil di CR. Balik lagi ke dapur, ikutan ngantri lagi. Gini juga kalo mba ema gak ada...

Untung nyampe di dapur orang-orang pada gak ngeh kalo tadi cha udah ngambil. Kalo ada yang nanya kan cha harus jelasin kalo ini buat mas rudeng. Lha ketahuan dong kalo sebenernya jatahnya mas rudeng gak di sini tapi di kantin.

Sebenernya cha dulu, makannya juga gak di dapur, tapi di kantin bareng mas rudeng. Ceritanya cukup panjang kenapa cha males makan di kantin lagi. Pengen tahu gak? Pengen aja yah, soalnya biar ceritanya jadi nyambung gitu...kalian ngebacanya juga enak...ya ga?

Gini, dulu cha makan siangnya kan di kantin bareng dengan staf-staf khusus, supervisor, ass supervisor dan kabag departemen. Canggih gak tuh...?? pertama cha masuk kerja makannya emang di situ, apalagi menunya ada tambahan kalo dibandingin makan di dapur. Trus juga masih ada temen, Fitri anak E2 dept. Kita deket banget, sobat cha di kantor lah. Sampe mas rudeng bilang kalo kita soulmate. Orang-orang produksi juga mikirnya kita adek kakak. Fitri kakaknya, cha adeknya, hehehe..lucu yah...padahal dari usia tuaan cha 23 hari. Kita sama-sama cancer. Mungkin karena Fitri lebih kalem dan jilbaber tulen jadi kelihatan lebih dewasa. Kalo cha? Dibilangin anak PKL pernah...dibilangin mahasiswa magang pernah...dibilangin anak TK nyasar masuk NASA juga pernah...kejam banget gak tuh.. seimut apa sih ocha? Wakakakakaka.................

Nah, tubi kontiniud....Fitri keluar. Cha kehilangan temen. Kehilangan sobat, kehilangan kakak dan tempat curhat. Makan ke kantin pun malas jalan sendiri, padahal di kantin pun ntar juga ketemu ama temen-temen yang lain. Tapi bener kata mas rudeng, kita tu soulmate banget, cha ngerasa kalo Fitri gak makan di sono, cha juga gak mau makan di sono...nah lho...jadilahh, cha bawa tempat nasi dari rumah, mulai ikut-ikutan mbak ema ngantri di dapur, sampe akhirnya cha ditanyain, mo makan di kantin apa mo pindah di dapur aja ama GA. Dengan mantap cha jawab, cha makan di dapur aja. Tau gak alasan lainnya kenapa? Hehehe..karena...tiap minggu cha bakallan dapet indomie gratis.....wakakakakakakak...

Gitu ceritanya. Then, balik lagi ke kegiatan cha..sambil makan, ngenet ah....rencananya mo bikin blog di blogger, trus ngecek imel di yahoo, ngecek FS juga, sapa tahu ada yang add lagi.. Mas rudeng tepar di mejanya..bobok ciang....

13.00
Asyik ngenet, gak terasa jam istirahat udah lewat. Waktunya cuci piring and sholat...

14.00
Getar hape cha merambat sampe ke meja..drrrddpppp....drrdrdrrrpppp..
Celinguk dari siapa..Aliiinngg sms....hehehhe.....
‘dah makan siang?’ tanya aling..
Reply dong cha.. iya nih lagi di reply...
‘udah, aling? Skrg dmn?’ send..message delivered..

Nunggu balesan sms aling sambil pake kaos kaki. Iya soalnya tadi kan sepatunya di lepas mo sholat...o iya yah.... happe cha bergetar lagi....dddrrrpppp...drrrppp..
‘skrg aling lg d bus kmps, ada acr di kmps unand. Blm smpt mkn nih....’

Aduuhh...aling terus gitu, kalo sakit gimana? Bikin khawatir cha aja...ceile....
Bales ah, urgent ini soalnya. Ntar aja pasang kaos kaki yang sebelah kiri..
‘kok aling blm mkn? Ini kan udah jam dua. Ntar nyampe kmps aling mkn ya..’

Send..message delivered..lanjutin kembali pasang kaos kaki sebelah kiri. Trus pasang sepatu. Ih...aling gak bales lagi... lanjut kerja lagi....

14.55
Bosen nih kerja mulu, pengen refreshing...ngenet lagi ah, lanjutin bikin blog di blogger..
Liat cha udah berpindah komputer, mas rudeng nanyain lagi’ emangnya internetnya jalan sha?’
‘jalan’, jawab cha singkat
‘kok punya ku enggak ya sa? Apa diblokir ya?’
‘kenapa emang sampe di blokir? Sering buka situs yang enggak2 sih...ketahuan IT kali..’
‘enggak, mungkin karena kemaren aku seharian ngedownload terus ya..dari pagi sa, ampe sore..’
‘oo..nyari lagu-lagu zaman baheula itu ya...’
“ho oh...’
‘iya kali’,
Ih, mas rudeng gangguin konsentrasi cha aja, cha lagi serius bikin blog ini, lagi posting tulisan..
‘padahal kabelnya udah kita ganti ama punyaku kan sa?’
‘ho oh..’, jawab cha cuek
‘apa karena pengaruhh tempat ya sa?’ (Mas rudeng pindah ke bekas mejanya Pak tanto, menejer CR dulu)
‘iya kali, kalo orang pindah rumah kan harus selametan dulu, makan-makan dulu..’
Hehehe...bener kan?
‘sembarangan kamu...’


15.40
Blog cha udah jadi...dan dah ada postingan pertama. Cuman semacam prolog pembuka lah. Belum keren sih blognya, masih virgin banget. Upss..bentar lagi pulang...sholat dulu ah...eh, samesame udah lewat belum yah...hehhehehe......

Lepas sepatu dan kaos kaki lagi, pake sendal menuju toilet untuk ngambil wudhu...
Mas rudeng hanya ngeliatin cha bolak balik ruangan, keluar ruangan buat ngambil wudhu, masuk lagi ngambil mukena, keluar lagi buat sholat, eh masuk lagi selesai sholat..ya buat pulang pake sepatu, beres-beres dan ngambil tas....
Yukk...mari pulang,.....

16.09
Udah mulai melengang, barcode fingerprint juga ga ada yang antri. Lebih enak sih pulang jam segini, gak rame ngantri. Cha jalan perlahan menuju gerbang. Sebelumnya sempat diperiksa tas ransel gebot cha ama security. Mencurigakan kayanya...yah sapa tahu ada yang masukin sepatu Nike ke dalam ransel cha.

Setelah isi tas cha diyakini tak ada sepatu Nike, cha lolos melewati koridor menuju keluar. Udah gak rame sih, tapi masih ada beberapa yang belanja kebutuhan buat masak sore. Biasanya sih dipenuhi ama ibu-ibu atau mba2 pedagang yang berjualan disepanjang jalan agarindo di dekat pabrik.

Potong jalan melewati gang belakang klinik bersalin, singgah ke rumah makan padang langganan beli makan malam. Si uda udah senyum-senyum menyambut kedatangan cha. Selesai transaksi, celingak celinguk nyariin angkot yang ke Cimone.

Nyebrang jalan, yups....langsung naik...bismillah lagi biar selamat di perjalanan....Angkot 08 melaju menuju cimone, tapi terhadang macet di depan pabrik Pan brother, apparelnya Nike. Ini yang ngebetein. Macet yang gak tahu juntrungannya. Macet hanya nungguin angkot di depan yang ngetem buat jalan. Kurang ajar banget gak tuh. Nyengsarain banyak orang hanya untuk kepentingan pribadi. Kalo mo nungguin penumpang, ya minggir ke tepi dong, eh mereka malah melintangi mobilnya di tengah jalan untuk bersaing ngedapetin penumpang. Belum lagi yang bikin gondok, si sopir di belakang antrian kemacetan yang gak sabar nungguin macet, seenaknya nyuruh penumpangnya turun karena dia gak mau nungguin macet dan mau putar arah. Malah minta bayaran lagi. Kesewenangan mereka yang sering bikin orang-orang ngomel di pagi hari atau ditengah kecapean orang-orang pulang kerja. Godaan kesabaran bertebaran di kota paling parah di Indonesia ini. Bukan hanya tata kotanya yang perlu di benahi tapi juga perilaku masyarakatnya. Jadi kangen ama Padang kalo udah kaya gini. Tapi kalo inget duitnya, Tangerang is so kind for giving me a chance to get a job. Tenkyu yah, Tang....
 
~ ~Just Say It, Sha~ - Designed by Miss Rinda - Layout by My Blog Make Over - Author ocha :) ~